Selamat Datang Di Blognya Kang Muro'i, Tempat Berbagi Opini, Info dan Inspirasi

ABOUT ME

Kang Muro'iKang Muro'i, hanya seorang blogger biasa yang memulai kegiatan Blogging sejak tahun 2011 hingga sekarang. Saat ini dia tidak focus ngeblog karena sibuk jadi kuli di dunia nyata..
Temukan Juga Muro'i El-Barezy pada Twitter, Facebook dan Google+

Free Page Rank Tool

07 April 2013

Inilah Pihak Yang Dirugikan Oleh Kebijakan Redenomisasi


tukang bakso dan redenomisasi
gambar dari google
Redenomisasi | Pernah dengar kata Redenomisasi? Tentunya sudah kan, soalnya bebeberapa waktu lalu pemerintah dengan gencarnya membahas wacana ini. Bank Indonesia (BI) secara bertahap sudah mulai mensosialisasikan redenominasi. Sudah dua tahun terakhir ini memang bergulir ide untuk melakukan redenominasi terhadap mata uang rupiah. Saat ini dengan nilai mata uang seperti sekarang, penggunaan rupiah tidak lagi efisien. Penghitungan transaksi berskala besar yang menggunakan rupiah menyulitkan penghitungan.

Redenominasi bisa jadi merupakan barang baru bagi masyarakat. Arti dari redenominasi sendiri adalah penyederhanaan mata uang. Jadi, rupiah yang ada sekarang nanti dihilangkan tiga nol di belakangnya, misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Begitu mendengar pengurangan nol, masyarakat langsung berpikiran ini sama dengan sanering atau pemotongan mata uang sebagimana kebijakan pemerintah di zaman Orde Lama. Sehingga, masyarakat pun menjadi khawatir nilai uangnya akan berkurang. Kekhawatiran lain adalah soal penetapan harga barang di pasar.

Yah walaupun sudah dijelaskan sedemikian rupa, toh masih saja orang yang belum paham tentang redenomisasi ini. Kalau kita tanya orang-orang di pasar sekarang ini tentang apa itu redenominasi, sebagian besar mereka belum tahu, sebagian yang lain sudah tahu tapi terbatas informasinya.

Tahukah sobat, jika ternyata kebijakan pemerintah ini tidak selamanya disambut postitif oleh sebagian masyarakat kita. Dan ternyata kebijakan ini pula ada beberapa pihak yang merasa dirugikan. Siapa pihak yang paling dirugikan oleh kebijakan ini? Jawabannya adalah orang jawa yang paling dirugikan. Kenapa bisa demikian? Coba deh simak dialog antara tukang bakso, mas Katimin dan seorang pembelinya.

"Mas sudah dengar belum, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan redenominasi?”.

“Sudah dengar sih tentang “redomino itu” jawab Katimin yang kesulitan mengulang kata baru ini.
“Katanya sih uang Rp 1.000 jadi Rp 1, uang Rp 10.000 jadi Rp 10. Gak tahu mas,  apa maksudnya pemerintah”.

Tentu saja Katimin tidak tahu dan tidak mengerti apa maksud kebijakan pemerintah ini. Hanya dengan informasi secuil tentang rencana kebijakan pemerintah tentang redenominasi, di benak Katimin (secara psikologis) terbayang simpanannya yang Rp 5.000.000 akan menjadi Rp 5.000. 

“Jadi apa itu redenominasi mas” Katimin balik bertanya.
Menurut bahasa gaul tukang bakso, redenominasi itu adalah “penyederhanaan penulisan” koma “tanpa mengurangi nilai uang”.

Maksudnya apa mas? tanya Katimin yang makin bingung.

“Contohnya begini Min, kamu punya uang Rp 5.000 (uang lama) nanti akan ditukar jadi uang baru Rp 5 (uang baru). Tapi harga bakso yang biasanya kamu kulakan dengan harga Rp 5.000 / kg (pakai uang lama) akan menjadi Rp 5 / kg (kalau pakai uang baru). Sudah jelas Min ?

“Jelas mas”. Katimin mangut-manggut mungkin karena tambah bingung.
“Berarti orang Jawa yang paling rugi ya Mas?” tanya Katimin melanjutkan.

“Kok bisa Min?” mas pembeli balik bertanya.

“Orang Jawa gak bisa permisi, biasanya orang Jawa kalau mau permisi bilang “Nyuwun Sewu” sekarang jadi “Nyuwun Siji” mas. Terus, apa iya pedagang bakso mau menurunkan harga dari Rp 5.000 ke Rp 5,  mas ?

“Waduh…pening aku Min. Hehehe.....

Tuh kan jelas, siapa yang merasa dirugikan. Orang jawa kalau permisi biasanya akan bilang "Nyuwun Sewu". Sewu artinya seribu. Kalo jadi di redenomisasi menjadi Nyuwun Siji, yang artinya minta satu. Jadi janggal kan, bikin kikuk dan rugi juga, yang tadinya sewu jadi siji hehehe...

Semoga manfaat dan happy blogging........

Catatan : Nama hanya illustrasi belaka, mohon maaf jika ada kesamaan.

67 comments:

  1. wkwkwkw segar banget ide humornya...tapi sebenarnya redenomisasi itu semakin membuat rakyat kecil kehilangan daya beli :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. :d makasih mas, ya tapi belum tentu juga ya mas

      Delete
  2. ya ga rugi lah
    kan sen juga berlaku, om
    malah bisa untung yang tadinya harganya rp 9.999,- jadi bulet rp 10
    ini mah akal akalan pejabat kali
    kalo terima suap milyaran ga perlu pake kardus lagi
    cukup masuk amplop

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah..mas serius amat nih jawabnya, la wong ini cuma guyonan ma. :-d

      Delete
    2. ah emang pada dodol...
      barusan dikomplen orang katanya kalo komen yang serius dong
      besok komennya tanpa kata aja dah...

      Delete
    3. Koment tanpa kata, lebih dodol lagi mas :d
      Bukan dodol lagi jadinya, wajit hehe...

      Delete
  3. gaggagga.....awalnya saya seruis bgt baca artikelnya, setelah saya baca sampai akhir hanya bisa termlongo2, hehhe (h)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ini juga serius sob, serius bercanda :-d makasih yah sudah mampir dimari

      Delete
  4. wkkwkw.. saya orang jawa sobat, wah bener nih .. bisa bisa cuma dapet dikit nih. biasanya dapet seribu, sekarang cuma dapet satu. hahaha kalau masih "NUWON SEWU" bisa bangkrut yang ngasih karena seribu berarti 1juta.. wkwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Iya sob bangkrut kayanya, yang untung yang permisi melulu yah, nyuwun sewu...

      Delete
  5. waduh bisa2 aq gak jadi kawin,ni kalu kayak ginian kang kepribenkie lah heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh mas, redenomisasi ga ngaruh sama kawin ga kawin tuh, malah nanti modal 100 rebu juga udah bisa nikah. :d

      Delete
  6. wah info yang bermanfaat kebetulan saya belum paham betul soal redenominasi ini sob..makasih yaaaa udah share !!

    Happy Blogging !! :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke sob, sama-sama dan semoga terhibur, coba baca lagi sob hehe..

      Delete
  7. wkwkwk padahal udah serius ngebaca ternyata (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. :d ternyata apa sob, semprul yah hihi....

      Delete
  8. wah bagaimana kumaha ieu teh jadi satu seribu,kalau 10 rebu jadi serebu,bakalan lama ngapalinnya nih.tapi betul juga ya,orang jawa yang repot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. atuh kumaha kang, da eta tos keputusan pamarentah :d

      Delete
  9. duh parah ah, gak mau saya gak terima bisa2 semua orang kalang kabut. Iya saya juga pernah dengar. Tapi saya yakin yg demo bakalan banyak.

    Saya gak setujulah merepotkan sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang parah Katimin atau siapa nih hehe...

      Delete
  10. huh...artikelnya mulai nyeleneh diujungnya nih ah...menyesal baca serius sampe tuntas.

    tak kirain bakal terdeskripsi orang2 yang bakal dirugikan dengan ulah redominokasi...huh dasar wong jowo

    ReplyDelete
    Replies
    1. huh dasar mang Ubi hehe....lumayan kan kang buat obat stress

      Delete
  11. haha, tp seharusnya dikasih tau, kalau nilai dari uang itu sendiri tidak berkurang, walaupun nolnya yg berkurang... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, ini kan masih dalam tahap sosialisasi, makasih sob

      Delete
  12. wah.. ngakak sendiri saya Pak...nyuwun sewu lho.

    nggak masalah sih diredenomisasi...sama saja, malah kita lebih gampang ngitungnya... =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jadi kita kemana-mana bawa uangnya cuma sedikit kan :d

      Delete
  13. sebenarnya ngak begitu juga sob dengan redenomisasi kan lebih mudah hitungnya buat apa nilai besar kalaungak ada harganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener sob, tapi postingan ini intinya bukan itu :d

      Delete
  14. Kalau aku ngikut aja apa yang ada dalam aturan pemerintah, demi kemajuan rakyat indonesia yang makmur dan sentosa, amiiin....... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya betul kali yah, manut wae hehe..kalo masuk ke jurang nurut ngga tuh hihi...

      Delete
  15. emang bakal di realisasikan redominasi ini? b-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih simpang siur sih, tapi menurut kabar jadi kayanya sob

      Delete
  16. :)) hehehe lucu.. nyuwun sewu jadi nyuwun siji... rupiah nominalnya bisa di kurangi... tapi klo nyuwun sewu gak perlu jadi nyuwun siji.. bisa jadi nyuwun juta... btw kreatif nih posting :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya sob, semoga terhibur...nyuwun siji :d

      Delete
  17. koq jadi pinter banget main lawakan sih Mas? ketularan siapa nih bisa begini? haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat jelas, ketularan kang zach laahh..

      Delete
    2. ketularan Sule sama Aziz mas :-d

      Delete
  18. XIXI..lucu juga.posting nya sangat bermanfaat+obat stres.pokonamah mantap kang!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kang, mantep juga buat kang Agus lah..sukses selalu

      Delete
  19. Tapi ini nantikan di sosialisasikan sob,supaya masyarakat jangan jadi bingung atau linglung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener sob, dan perlu waktu lama, dua atau tiga tahun mungkin buat sosialisasinya

      Delete
  20. Jaman orla dulu pernah kayak gitu mas, malah lebih rumit lagi karena harga terendah barang masih ratusan belum ribuan spt skrang. Jadi kalo belanja rp 400 (misalnya) dibayar dgn rp 1, kembalinya kadang ada duit lama dan duit baru...... nambah bikin bingung pak Min ya Mas...hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin itu senering pak guru,Redenominasi itu kan pemotongan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. sedangkan sanering yang pernah terjadi di zaman pemerintahan dulu, adalah pemotongan nilai mata uang tetapi harga barangnya tetap sama, ya jelas merugikan..mungkin gitu yah kalo tidak salah sih :d

      Delete
  21. Pemerintah ini selalunya buat kebijakan yang bikin ribet. Maunya ikut2an orang Eropa atau yang paling baru Turki deh yang menggunakan redenomisasi pada mata uang liranya. Kalau menurut saya dari pada membuat keribetan semacam itu lebih baik Pemerintah menggiatkan usaha mikro selain makro agar pendapat perkapita rakyat Indonesia meningkat seiring menggeliatnya perekonomian sehingga tentu saja akan berimbas pada menguatnya nilai mata uang Rupiah, jadi gak perlu lagi yang namanya redenomisasi (hoho,, sok teu banget ya saya sobat) :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mungkin juga begitu, ngga salah juga sih

      Delete
  22. Nyuwun Sewu 5000 kang buat beli kopi hehehe

    ReplyDelete
  23. Klw di desa saya udah lama istilah ini dipakai. meski orang desa 1 juta rupiah seolah2 kecil dimata mereka. terutama para makelar.... hehehhe.
    Cuma pemerintah aja yg lambat

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah hebat yah udah nerapin duluan, dimana tuh...

      Delete
  24. wah,, ternyata bbegitu kang... saya kira orang jawa ruginya tuh kenapa... eh ternyata,,, terlalu !! :d

    ReplyDelete
  25. Kebetulan saya juga belum begitu ngerti nih dengan redenomisasi..
    Kalau saya sih tau nya cuma doremifasollasido..wkwk..

    Tapi oke juga nih info nya buat nambah wawasan & bikin ngakak juga..hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sob sudah berkunjung disini..semoga bisa buat hiburan... :d

      Delete
  26. hahaha, masak ada nyuwun siiji nek gak di ketawakan yang dinyuwun siiji ni

    ReplyDelete
  27. ijin ngisi absen pagi :p hahaha

    ReplyDelete
  28. haha , nyuwun sewu .
    kulo setuju saestu

    jadi ringkes ga kebanyaan nol nya mata rupiah kita kalo jadi

    ReplyDelete
  29. lah ini yang baru aku dengar.
    Kapan akan diterapkan mas

    ReplyDelete